Tuesday, January 11, 2011

Anomalies of The World (Kejanggalan² Dunia)

Sejarah mencatat manusia, menghuni bumi ini sudah lebih dari 4 juta tahun yang lalu. Menurut catatan ilmiah versi Darwin, manusia berkembang dari dari waktu ke waktu berdasarkan teori evolusi. Bernarkah manusia berasal dari kera? Kalau memang manusia berevolusi dari jenis kera, kenapa sampai sekarang masih ada kera? Dari pertanyaan sederhana itu, sebenarnya teori Darwin bisa dipatahkan.

Kalau teori evolusi tidak ada alias gombal, lantas makhluk apa yang ditemukan fosil-fosilnya? Para arkeolog menemukan dan mencatat, jenis-jenis kerangka manusia, yang berdasar fakta ilmiah, dinamakan Ardiphitus Ramidus (5-4 juta tahun yll), Australopithecus Anamesis (4 - 3 juta tahun yll), Australopithecus afarensis (3-2 juta tahun yll), Australopithecus africanus, Australopithecus Robustus, Homo Habilis, Homo Erectus, Homo Sapien Archaic, Homo Sapien dan Neanderthal (400 - 30 ribu tahun yll).

Apakah makhluk-makhluk yang berjalan seperti kera itu, termasuk manusia, atau kera? Kalau mereka kera, kenapa pula para arkeolog menemukan peralatan berburu di tangan mereka? Menurut para ilmuwan evolusi pula, manusia bisa berjalan tegak sejak 2 juta tahun yang lalu. Makanya manusia pertama yang berjalan tegak itu dinamakan Homo Erectus. Apakah Nabi Adam diturunkan ke bumi ini dalam keadaan seperti Ardiphitus Ramidus, yang berbulu-bulu dan merangkak? Ataukah beliau turun sebagai manusia pertama yang berjalan tegak (homo erektus)?
Pic




Oh, barangkali saja Nabi Adam termasuk Homo Sapien yang, menurut catatan sejarah, secara alami mengalahkan manusia jenis Neanderthal, sehingga manusia Neanderthal punah. Lalu Homo Sapien itu berevolusi menjadi Homo Sapien Sapien, yang dimulai sejak 200 ribu tahun yll sampai sekarang.

Beribu pertanyaan sederhana itu sampai sekarang tidak bisa ditemukan jawabannya secara pasti. Lalu muncul teori baru lagi yaitu, sebenarnya manusia yang ada sekarang ini berasal dari keturunan makhluk angkasa luar. Kenapa bisa begitu? Begini ceritanya:
Manusia menghuni bumi ini sudah demikian lamanya, lebih dari 4 juta tahun, seperti disebutkan di atas. Atau okelah, kita mulai saja dari tahun yang lebih awal, yaitu 200 ribu tahun yang lalu, di mana manusia disebut Homo Sapien Sapien, di mana sejak waktu itu manusia sudah mengenal pakaian, peralatan, budaya, dan bahasa.

Dari sejak manusia menjadi Homo Sapien Sapien, kenapa mobil baru ditemukan awal abad 20? Padahal manusia menemukan besi sejak jaman Nabi Nuh? Ya, menurut saya besi ditemukan pada zaman Nabi Nuh. Kenapa? Karena beliaulah yang pertama ditugaskan oleh Tuhan untuk membuat kapal. Dan untuk menciptakan kapal harus menggergaji batang-batang pohon menjadi lembaran-lembaran papan. Dan tidaklah mungkin menggergaji batang pohon menggunakan batu. Jadi mau tidak mau gergajinya harus terbuat dari besi.
Pic







Sedangkan besi atau logam adalah esensi dari sebuah hasil karya teknologi. Lebih mengherankan lagi, bukan hanya teknologi otomotif yang baru lahir awal abad 20. teknologi komunikasi dan electronik juga baru-baru ini saja ditemukan, hanya 100 tahun yang lalu saja. Bayankan, padahal bumi ini sudah sejak lama mengandung mineral-mineral emas, tembaga, minyak dll, yang merupakan bahan mentah untuk membuat besi, atau alat elektronik seperti konduktor, transistor, kabel, dinamo, dll.

Tapi hanya baru pada awal-awal abad 20 saja mineral-mineral itu diexploitasi hingga kini. Nah, kembali ke pertanyaan di atas, kenapa teknologi transportasi, komunikasi, industri ditemukan begitu terlambat? Sangat terlambat bila dibandingkan dengan umur manusia yang sudah 200 ribu tahun. Karena kejanggalan inilah, kemudian ada teori yang menyatakan bahwa manusia modern adalah anak-cucu makhluk angkasa luar, yang teknologinya sudah jauh lebih maju.

Memang penumuan-peneumuan ilimiah di lapangan menunjukkan fakta menakjubkan. Contohnya saja penemuan batu-batu berbentuk piringan, dan di tengahnya ada lobang (jadi bentuknya seperti CD zaman sekarang). Batu-batu itu ditemukan tahun 1938 oleh ilmuwan China, Dr. Chi Pu Tei di pegunungan Bayan Kara Ula. Batu-batu itu bukan buatan binatang atau kejadian alam, tapi hanya bisa dibuat oleh manusia. Tapi yang lebih mengherankan, ternyata batu itu sudah berumur 12 ribu tahun. Apakah 12 ribu tahun yll ada peralatan untuk membuat batu itu menjadi lingkaran yang demikian presisi? Lebih menakjubkan lagi, di permukaan piringan batu itu ada pesan-pesan yang 20 tahun kemudian baru terpecahkan kuncinya.
Pic









Batu itu kemudian dinamaman Batu Dropa, the Dropa Stone. Tulisan -tulisan di Dropa Stone menceritakan bahwa dahulu kala ada pesawat luar angkasa yang jatuh di pegunungan itu. Pesawat rusak parah, sehingga tidak bisa direparasi. Jadilah para awaknya terdampar di pegunungan itu, dan menjadi penghuni di situ. Penduduk asli pegunungan itu, suku Ham, mencurigai makhluk asing itu, karena mempunyai wujud yang lain. Maka terjadilah permusuhan antara Dropa dan Ham.

Tapi lama kelamaan kedua jenis makhluk itu beradaptasi dan berdamai. Hingga sekarang masih ada sisa-sisa keturunan orang Dropa di pegungunan itu. Dengan kejadian itu, bisa ditarik kesimpulan bahwa, kemudian bangsa Dropa, yang sudah maju teknologinya, menurunkan ilmunya kepada bangsa Ham (Cina). Jadi tidak heran, bahwa sebenarnya bangsa Cina sudah lebih maju daripada bangsa Eropa beberapa ribu tahun yang lalu.

Itu di Cina. Sedang di Afrika Selatan, beberapa dekade yang lalu, para penambang menemukan sebuah benda bulat, yang dinamakan The Grooved Spheres. Benda bulat itu amat sangat kerasnya, dan berhias motif-motif melingkar, yang tentu saja dibuat oleh manusia. Dan penemuan itu menemukan anomaly (kejanggalan) ilmu pengetahuan itu sendiri, sebab The Grooved sphere itu berumur 2,8 MILYAR tahun yang lalu, di mana ilmu pengetahuan mencatat belum ada manusia. Apa atau siapa yang membuat benda itu, sampai sekarang tidak ada yang tahu.
Pic








Di negrinya Saddam Hussein, pada tahun 1938 juga ditemukan sebuah belanga tanah liat, yang susunan di dalamnya mirip susunan battery zaman sekarang. Bejana yg ditemukan oleh Wilhelm Konig itu berisi silinder tembaga, sebatang besi di tengah-tengah, dan penutup yg terbuat dari aspal. Kalau bejana itu diisi cairan tertentu, seperti juice anggur, akan menghasilkan tenaga listrik.

Ini juga termasuk anomali yang melawan ilmu pengetahuan sendiri, sebab bejana battery yang tersimpan di Museum Baghdad itu berumur lebih dari 2000 tahun. Itu berarti listrik telah ditemukan 2000 tahun yang lalu. Tapi kenapa kemudian mandeg dan muncul lagi di abad 19? situs Lengkapnya http://www.world-mysteries.com/sar_11.html

Pic









Dan banyak lagi misteri yang tidak bisa dipecahkan oleh otak dan umur manusia yang serba terbatas ini. Untuk lebih lengkapnya lihat gambar di attachment yang saya lampirkan. Misteri-misteri yang tak terpecahkan itu kemudian membawa suatu asumsi bahwa manusia sebenarnya berasal dari makhluk angkasa luar.

Terlepas dari segala unsur ilmiah versi Barat dan scientific religi yang kita anut, terlepas dari benar tidaknya teori evolusi Darwin dan teori kejadian manusia berdasar kitab suci, terlepas dari opini-opini fiksi ilmiah bahwa manusia berasal dari luar angkasa, kini kita sudah memasuki era, di mana kita sedang menuju ke dalam sebuah kepunahan. Ketika seluruh bangsa, ras, di dunia ini berada dalam satu kebudayaan, satu teknologi, bahkan mungkin satu bahasa, maka makin kritislah nasib dunia.

Sejarah mencatat bahwa suatu peradaban bisa punah oleh bencana alam atau peperangan. Barangkali saja dahulu kala pernah ada listrik, lalu teknologi itu punah oleh suatu hal. Barangkali suatu hari di zaman dulu, orang-orang bepergian dengan pesawat terbang, tapi kemudian pesawat-pesawat itu lenyap, berikut para penciptanya. Hingga generasi berikutnya tak tahu lagi bagaimana caranya terbang.

Barangkali suatu saat nanti akan pecah perang nuklir. Manusia musnah berikut peradaban dan teknologinya. Sepuluh atau 20 ribu tahun lagi kemudian, para arkeolog menemukan fosil kita. Kepala kita diotak-atik, situs-situs bangunan kita direka ulang, keheranan melihat fosil kotak besi (mobil), atau kebingungan membaca angka-angka yang ada di HP kita yang sudah jadi batu.

Barangkali di suatu saat nanti, kemajuan teknologi sudah berani mengutak-atik kehidupan biologis manusia yang sudah diatur Tuhan. Dan ini sudah terbukti dengan dilegalisirnya pernikahan sesama jenis di Inggris. Munculnya resistansi akan hukum Tuhan bahwa lelaki lebih berkuasa daripada wanita sehingga muncul pelarangan-pelarangan poligami. Pelanggaran-pelanggaran aturan Tuhan yang kemudian merubah susunan kosmis angkasa luar, yang mempengaruhi gravitasi bumi, sehingga mempercepat terjadinya kiamat.

Barangkali suatu saat nanti manusia bisa lahir dari rahim siapa saja, di saat ilmu rekayasa genetis semakin maju. Kalau Tuhan saja bisa mengkloning Hawa dari tulang rusuk Nabi Adam, bisa saja nanti manusia mengkloning manusia baru tanpa harus melalui rahim ibu. Di saat di mana agama sudah bukan lagi merupakan suatu aturan dan teknologi adalah satu-satunya jalan, kepunahan manusia tinggal menunggu tiupan sangkakala.

Dan sang waktu sebenarnya berjalan mundur, bukan maju. Sebenarnya bukan manusia yang berasal dari kera. Tapi kera lah yang ber-revolusi dari manusia.

Wassalam

penulis : rolanz
sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5674177


No comments:

Post a Comment